-
PYRIDOXINE
/ B6 (3 mg/kg)
Terlibat dalam metabolisme protein. Menjaga
kesehatan jantung. Mengurangi edema. Menstabilkan hormon
wanita. DR. Carl Pfeiffer pernah menunjukkan
bahwa B6 dengan zinc dapat menyembuhkan beberapa bentuk
schizophrenia. Penting untuk sistem imun dan produksi
antibodi serta kesehatan sistem saraf dan fungsi otak
normal.
-
BIOTIN
(0,4 mg/kg)
Membantu pertumbuhan sel. Perlu untuk metabolisme karbohidrat,
protein dan lemak termasuk produksi asam lemak. Perlu
dalam penggunaan vitamin B kompleks. Perlu untuk kesehatan
rambut dan kulit. Menjaga kesehatan kelenjar keringat,
jaringan syaraf dan sumsum tulang. Kekurangan menyebabkan
kebotakan dan dermatitis seborrheic.
-
CYANOCOBALAMIN
/ B12 (2 mg/kg)
Vitamin yang paling sulit didapat dari sumber nabati,
tapi Spirulina justru sangat kaya dengan vitamin B12
ini. Spirulina mengandung 250% lebih banyak vitamin
B12 dibandingkan dengan hati sapi. Kekurangan menyebabkan
anemia pernisiosa, degenerasi syaraf, premature senility,
mudah lelah dan penyakit mental pemacu schizophrenia.
-
PANTOTHENIC
ACID (11 mg/kg)
Dikenal sebagai vitamin anti stress. Dipakai oleh kelenjar
adrenal untuk menghadapi stress mental dan fisik. Kekurangan
dapat meningkatkan sensitivitas terhadap alergi, infeksi
dan penyakit degeneratif seperti arthritis dan rheumatism,
juga tukak lambung dan hypoglicemia.
-
FOLIC
ACID (0,5 mg/kg)
Penting untuk pembentukan haemoglobin pada eritrosit.
Kekurangan menyebabkan anemia, pertumbuhan terganggu,
kelainan pigmentasi kulit dan rambut beruban dini. Membantu
mengatasi ansietas dan depresi. Efektif dalam mengobati
dysplasia cervix. Penting untuk perkembangan syaraf
janin dan pertumbuhan normalnya.
-
INOSITOL
(350 mg/kg)
Penting untuk pembakaran lemak yang mempertahankan kesehatan
hati dan detoxifikasi zat carcinogens khususnya hormon
wanita yang berlebih. Menormalisir kadar kolesterol.
Dengan choline dipakai oleh hati untuk menghasilkan
lecithin. Merupakan vitamin kedua terbanyak dalam tubuh
setelah niacin. Bersama biotin dapat mencegah terjadinya
kebotakan.
-
CHOLINE
(**)
Penting dalam transmisi syaraf, pengaturan kandung empedu
dan fungsi hati. Penting dalam pembentukan lecithin
yang dapat menormalisir kolesterol dan lemak hati yang
berlebihan. Kekurangan menyebabkan fungsi otak dan daya
ingat terganggu, juga penumpukan lemak di hati. Bermanfaat
untuk penderita parkinson dan tardive dyskinesia.
-
NIACIN
(118 mg/kg)
Dikenal juga dengan nama nicotinic acid dan niacinamide.
Penting untuk kesehatan mental. DR. Abbram Hoffer,
pionir dibidang orthomolecular psychiatry yang terkemuka,
telah berhasil mengobati gejala schizophrenia dengan
menggunakan niacin. Zat yang efektif untuk menurunkan
kolesterol.
-
RIBOFLAVIN
/ B2 (40 mg/kg)
Merupakan defisiensi vitamin yang paling sering dijumpai
dan menyebabkan katarak, berkurangnya jarak pandang,
mata berair dan eczema yang tidak terkontrol. Penting
dalam pembentukan eritrosit, produksi antibodi, pernafasan
sel, pertumbuhan janin dan mencegah ketombe.
-
THIAMINE
/ B1 (55 mg/kg)
Suatu koenzim dalam metabolisme karbohidrat. Menjaga
kestabilan kadar gula darah. Kekurangan menyebabkan
kelemahan, kerusakan jantung, perut kembung, dan oksigenasi
yang buruk. Defisiensi berat menyebabkan kematian akibat
toxemia yang berasal dari fragmen karbohidrat yang tidak
termetabolisir.
-
TOCOPHEROL
/ VITAMIN E (190 mg/kg)
Dalam jumlah gram yang sama Spirulina mengandung lebih
banyak vitamin E dari pada biji gandum murni. Vitamin
ini melindungi dan menjaga kesehatan pembuluh darah,
meningkatkan oksigenasi sel-sel. Memperlambat proses
penuaan. Berfungsi sebagai antioksidan.
-
BETA-CAROTENE
/ PRO VITAMIN A (1700 mg/kg)
Spirulina merupakan sumber makanan nabati terkaya mengandung
beta carotene. Fungsi utama sebagai antioksidan. Mencegah
buta senja, kelainan kulit seperti acne/jerawat. Meningkatkan
sistem imun, mencegah pembentukan sel kanker. Membantu
menyembuhkan tukak lambung dan usus. Mencegah influensa
dan infeksi saluran nafas. Memperlambat proses penuaan.
-
VITAMIN
D (**)
Penting dalam absorbsi calcium dan phosphor yang diperlukan
untuk pertumbuhan dan perkembangan yang normal, terutama
tulang dan gigi pada anak-anak. Penting untuk pencegahan
dan pengobatan osteoporosis, rickets dan hypocalcemia.
Meningkatkan daya tahan tubuh.
-
VITAMIN
K (**)
Penting dalam proses pembekuan darah. Memegang peranan
dalam proses pembentukan tulang dan mencegah osteoporosis.
Mengubah glukosa menjadi glikogen yang disimpan di hati.
-
VITAMIN
C (**)
Berfungsi sebagai antioksidan. Penting untuk perbaikan
jaringan, kesehatan gusi dan kelenjar adrenal. Mencegah
kanker, mencegah infeksi dan meningkatkan sistem imun.
Dapat menurunkan kadar kolesterol dan mencegah atherosclerosis.
Penting dalam pembentukan kolagen dan penyembuhan luka.